KEMBALI KE ARTIKEL
29 January 2024

Merapikan kasur di setiap pagi setelah bangun tidur untuk sebagian orang mungkin sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Sebenarnya aktivitas ini sangatlah bermanfaat untuk menjaga kasur tetap dalam kondisi bersih dan nyaman untuk digunakan kembali.

Sayangnya tidak semua orang memiliki waktu dan kemauan untuk merapikan kasur secara rutin. Nah, ternyata kondisi kasur yang berantakan dan kotor dapat berbahaya dan menjadi sumber penyakit. GNET Indonesia akan mengajakmu mengetahui apa saja bahaya jarang merapikan kasur atau tempat tidur melalui artikel di bawah.

Bahaya Jarang Merapikan Kasur

Inilah beberapa bahaya yang menanti Kamu jika jarang merapikan kasur dan membersihkan kamar tidur.

  1. Memicu Alergi Kulit

Bahaya pertama merapikan kasur adalah memicu alergi. Beberapa bahan material tertentu yang ada pada kasur, seperti lateks dapat menyebabkan reaksi pada kulit. Terlebih jika keadaan kasur cukup kotor akibat jarang dirapikan, tentu Kamu lebih berpotensi terkena alergi kulit.

Selain itu, jamur dan bakteri yang tumbuh dan berkembang di kasur dengan keadaan lembab pun bisa menyebabkan iritasi pada kulit. Iritasi tersebut dapat berupa gatal-gatal, ruam dan penyakit lainnya.

Kulit wajah juga dapat lebih mudah berjerawat ketika terus-menerus berinteraksi dengan kasur yang kotor dan berantakan. Hal demikian terjadi karena kuman dan bakteri banyak menumpuk pada bantal. Lalu, ketika bantal digunakan kuman dan bakteri akan menempel pada wajah.

  1. Penyakit Area Pernapasan

Bahaya berikutnya kasur yang jarang dirapikan adalah menimbulkan penyakit di area pernapasan. Sebab kasur tersebut menjadi sarang dari berbagai macam mikroorganisme penyebab penyakit. Mulai dari tungau, jamur, bakteri, dan debu. Semakin jarang dibersihkan, maka mikroorganisme ini akan semakin banyak berkembang.

Mikroorganisme tersebut akan menjadi sumber infeksi yang menyebabkan beragam penyakit pernapasan. Beberapa penyakit pernapasan itu di antaranya, flu, asma, peradangan paru-paru (pneumonia), bronkitis dan masih banyak lagi.

Untuk meminimalisir penyakit-penyakit di atas penting sekali Kamu menjaga kebersihan kasur dan mengganti seprai dengan rutin. Supaya tempat tidur tetap bersih dan dalam keadaan kering sehingga tidak lembab.

  1. Memperburuk Kualitas Tidur

Kondisi kasur yang berantakan juga bisa mempengaruhi kualitas tidur Kamu. Bagaimana tidak? Kamu tentu bakal kurang nyaman untuk beristirahat pada tempat tidur yang berantakan dan kotor. Ketika merasa tidak nyaman, insomnia pun akan datang menghampiri sehingga kualitas tidur menjadi terganggu.

Apabila kualitas tidur Kamu terganggu secara terus-menerus produktivitas untuk menjalani aktivitas sehari-hari pun menurun. Akibatnya tubuh terasa kurang bugar, terus merasa lelah sepanjang hari dan masih banyak lagi. 

  1. Menimbulkan Bau Tak Sedap

Bau tak sedap akan timbul saat Kamu jarang merapikan kasur. Ada beragam hal yang bisa menyebabkan masalah ini terjadi. Di antaranya, yakni suhu ruangan yang lembab, ventilasi udara kurang memadai, pertumbuhan kuman, keringat dan lainnya. 

Supaya ini tidak terjadi pada kamar tidurmu, maka rutinlah untuk merapikan kamar tidur. Serta, mengganti kain seprai dua minggu sekali. Alhasil Kamu dapat mencegah adanya masalah bau tidak sedap di kamar tidur.

  1. Infeksi Mata

Kasur yang kotor dan berantakan akan ada banyak tungau, debu dan bakteri. Ketika Kamu tertidur pada kasur partikel-partikel tersebut memungkinkan masuk pada mata dan menyebabkan iritasi. Terlebih apabila Kamu mempunyai mata yang sensitif.

Mata yang mengalami iritasi akan mengganggu Kamu dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Iritasi mata sendiri akan menimbulkan beragam gejala. Beberapa gejala itu, yakni mata terasa gatal, perih, berair, nyeri hingga bengkak. 

  1. Mengurangi Kebersihan Tubuh

Kasur merupakan tempat terbaik untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas sehari penuh. Sebelum tidur pasti Kamu akan membersihkan tubuh dahulu dengan mandi supaya kuman dan partikel radikal bebas hilang. Setelah mandi Kamu pun beristirahat di tempat tidur.

Namun, apa jadinya jika saat Kamu berisitarah di kasur dengan keadaan kotor dan berantakan. Tubuh Kamu yang semula sudah bersih setelah mandi menjadi kotor kembali karena bakteri dan kuman-kuman yang ada pada kasur. Usaha Kamu membersihkan diri pun akhirnya sia-sia.

Langkah-Langkah Merapikan Kasur yang Bisa Kamu Terapkan

Untuk mencegah bahaya-bahaya di atas, GNET Indonesia sajikan beberapa tips yang bisa Kamu terapkan sehari-hari.

  1. Pindahkan Perlengkapan Tidur

Langkah pertama yang perlu Kamu lakukan dalam merapikan kasur adalah memindahkan seluruh perlengkapan tidur. Nah, perlengkapan tersebut meliputi bantal, guling, selimut dan lain-lain. Tujuan dari pemindahan perlengkapan tidur ini adalah guna mempermudah proses Kamu dalam merapikan kasur.

Pastikan Kamu pindahkan perlengkapan tidur ini pada wadah atau tempat yang bersih dan tidak basah serta lembab. Dengan demikian perlengkapan tidurmu tidak terkontaminasi oleh bakteri dan kuman penyebab penyakit. 

  1. Tarik Seprai

Setelah tidak ada barang-barang di atas kasur Kamu bisa berlanjut pada langkah berikutnya. Rapikan seprai yang berantakan dengan cara menariknya dari satu sisi ke sisi lainnya. Jangan lupa untuk menyelipkan ujung seprai pada bawah kasur supaya tidak berantakan kembali.

Perhatikan kembali keadaan seprai kasur jangan sampai menyisakan lipatan atau kerutan pada permukaannya. Sebab adanya lipatan pada kasur akan menghambat Kamu dalam proses pembersihan. Imbasnya masih ada banyak kotoran dan debu yang tersisa pada permukaan seprei. 

  1. Membersihkan Kasur

Bila seprai telah rapi saatnya untuk membersihkan kasur dengan menggunakan sapu lidi. Tebahkan kasur secara menyeluruh supaya kotoran dan debu dapat bersih secara optimal. Jika memungkinkan Kamu bisa memakai vacuum cleaner agar tungau-tungau yang membandel pada kasur dapat terangkat.

Kamu dapat menyapu debu-debu yang ada di lantai menggunakan sapu ijuk. Jika sudah, silakan Kamu pel menggunakan kain yang lembut supaya kamar tidur lebih bersih. Langkah ini juga akan mencegah debu dan kotoran untuk naik kembali ke atas kasur akibat tiupan angin.

  1. Tempatkan Kembali Perlengkapan Tidur

Jika kasur sudah dalam keadaan rapi dan bersih, Kamu dapat meletakkan kembali perlengkapan tidur seperti semula. Kamu dapat menata bantal, guling, dan selimut secara rapi supaya lebih mudah ketika hendak digunakan kembali.

Disarankan untuk menumpuk bantal dan guling di bagian ujung atas kasur. Hal ini akan memberikan kesan rapi dan teratur pada kamar tidur. Berikutnya Kamu bisa menempatkan selimut di bagian tengah dan bawah kasur supaya tidak tertimpa oleh bantal dan guling.

  1. Ganti Kain Seprai, Sarung Bantal, dan Selimut

Guna memastikan keadaan kasur tetap rapi dan bersih silakan untuk mengganti kain seprai, sarung bantal dan selimut dalam rentang waktu dua minggu sekali. Seprai dan sarung bantal/guling yang kotor bisa Kamu cuci untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan menghilangkan bau tidak sedap.

Mengganti dan mencuci perlengkapan kasur secara rutin juga dapat meminimalisir potensi berkembang biaknya tungau dan kuman penyebab alergi. Alhasil penyakit yang timbul dari perlengkapan kasur kotor dapat dibasmi secara maksimal.

Penutup

Itulah ulasan tentang bahaya jarang merapikan kasur pada kamar tidur. Setelah melihat artikel di atas pasti Kamu tidak mau bukan beristirahat di kasur yang kotor dan tidak rapi? Untuk itu, yuk jaga kebersihan dan kerapian kamar tidur supaya kualitas istirahatmu jadi lebih baik.

Temukan lebih banyak tips dan trik hunian lainnya di website GNET Indonesia.