6 langkah cuci tangan kemenkes merupakan pedoman penting dalam menjaga kebersihan tangan dan mencegah penularan penyakit. Tangan adalah bagian tubuh yang paling sering bersentuhan dengan berbagai permukaan, sehingga berpotensi menjadi media penyebaran kuman.
Panduan dari Kemenkes ini disusun agar mudah dipahami dan dipraktikkan oleh semua kalangan. Memahami dan membiasakan diri dengan prosedur ini menjadi langkah sederhana namun krusial dalam menjaga kesehatan sehari-hari.
Apa Itu 6 Langkah Cuci Tangan Menurut Kemenkes
6 langkah cuci tangan kemenkes adalah prosedur mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sesuai urutan tertentu. Tujuannya untuk membersihkan seluruh permukaan tangan secara menyeluruh. Metode ini dikenal luas melalui akronim TEPUNG SELACI PUPUT.
Panduan ini disusun berdasarkan prinsip higiene tangan yang terbukti menurunkan penyebaran penyakit menular. Kuman sering menempel di area tangan yang jarang dibersihkan. Karena itu, setiap langkah memiliki fungsi spesifik.
Durasi dan Cara Cuci Tangan yang Benar
Durasi ideal mencuci tangan menurut Kemenkes adalah 40–60 detik. Waktu ini dibutuhkan agar sabun bekerja optimal meluruhkan kotoran. Mencuci terlalu singkat membuat hasilnya tidak efektif.
Penggunaan air mengalir sangat dianjurkan karena membantu membawa pergi kuman. Air yang tergenang berisiko menjadi sumber kontaminasi ulang. Oleh sebab itu, keran mengalir lebih aman. Teknik yang benar mencakup seluruh permukaan tangan tanpa terburu-buru.
Baca Juga: Harga Wastafel Cuci Piring 1 Bak Terbaru, Murah atau Mahal? Cek Disini!
6 Langkah Cuci Tangan Kemenkes
Bagian ini menjelaskan tahapan teknis 6 langkah cuci tangan kemenkes secara berurutan. Setiap langkah dirancang untuk menjangkau area tangan yang berbeda. Mengikuti urutan membantu pembersihan maksimal.
Langkah 1: Telapak Tangan (TE)
Langkah awal dimulai dengan menggosok kedua telapak tangan. Gerakan dilakukan secara memutar dan lembut. Area ini paling sering kontak dengan benda.
Gesekan membantu mengangkat kotoran dan mikroorganisme. Pastikan sabun merata di seluruh telapak. Jangan terburu-buru saat melakukan tahap ini.
Telapak tangan menjadi dasar untuk langkah berikutnya. Jika bersih optimal, proses selanjutnya lebih efektif. Inilah fondasi dari seluruh tahapan.
Langkah 2: Punggung Tangan (PUNG)
Tahap kedua fokus pada punggung tangan dan sela jari. Gosok punggung tangan kiri dengan telapak kanan, lalu sebaliknya. Gerakan dilakukan bergantian.
Area ini sering terlewat saat mencuci tangan biasa. Padahal, kuman mudah menempel di bagian tersebut. Teknik silang membantu menjangkau sela jari.
Pastikan setiap sisi terkena sabun. Lakukan dengan ritme stabil agar tidak ada bagian terlewat. Kebersihan menyeluruh mulai terbentuk di tahap ini.
Langkah 3: Sela-Sela Jari (SELA)
Langkah ketiga membersihkan sela-sela jari dengan posisi saling bertautan. Gerakan maju mundur membantu meluruhkan kotoran tersembunyi. Tekanan cukup namun tetap nyaman.
Sela jari merupakan area lembap yang disukai kuman. Jika tidak dibersihkan, mikroorganisme dapat bertahan lebih lama. Karena itu, fokus khusus diperlukan.
Pastikan sabun masuk ke setiap celah. Ulangi gerakan beberapa kali hingga terasa bersih. Tahap ini sangat krusial dalam pencegahan penyakit.
Langkah 4: Mengunci Jari (CI)
Pada tahap ini, jari-jari tangan dikunci satu sama lain. Gosok bagian dalam jari secara bergantian. Gerakan ini menjangkau area lipatan jari.
Bagian dalam jari sering luput dari perhatian. Padahal, aktivitas harian membuat area ini mudah terkontaminasi. Teknik mengunci membantu pembersihan detail.
Lakukan dengan kedua tangan secara seimbang. Pastikan sabun tetap melapisi permukaan kulit. Hasilnya, tangan lebih higienis menyeluruh.
Langkah 5: Memutar Ibu Jari (PU)
Langkah kelima berfokus pada ibu jari. Gosok ibu jari kiri dalam genggaman tangan kanan dengan gerakan memutar. Lakukan juga sebaliknya.
Ibu jari sering aktif saat memegang benda. Namun, area ini kerap terlewat saat mencuci tangan. Gerakan memutar memastikan kebersihan maksimal.
Teknik ini membantu membersihkan pangkal dan sisi ibu jari. Pastikan durasi cukup dan tidak terburu-buru. Kebiasaan ini meningkatkan efektivitas keseluruhan.
Langkah 6: Memutar Ujung Jari dan Kuku (PUT)
Tahap terakhir membersihkan ujung jari dan kuku. Gosok ujung jari ke telapak tangan dengan gerakan memutar. Lakukan bergantian untuk kedua tangan.
Kuku menjadi tempat favorit kuman bersembunyi. Jika tidak dibersihkan, risiko kontaminasi tetap tinggi. Gerakan memutar membantu menjangkau bagian ini.
Pastikan tekanan cukup tanpa melukai kulit. Gunakan sabun secukupnya hingga terasa bersih. Langkah ini menutup rangkaian pembersihan tangan.
Langkah Akhir Setelah Melakukan 6 Langkah Cuci Tangan
Setelah seluruh tahapan selesai, proses belum dianggap tuntas tanpa pembilasan. Langkah akhir menentukan hasil kebersihan tangan secara keseluruhan. Proses ini sama pentingnya dengan enam langkah sebelumnya.
Cara Membilas dan Mengeringkan Tangan yang Tepat
Bilas tangan menggunakan air bersih mengalir hingga sisa sabun hilang. Pembilasan menyeluruh mencegah iritasi kulit. Pastikan tidak ada busa tertinggal.
Setelah itu, keringkan tangan dengan tisu sekali pakai atau handuk bersih. Tangan yang lembap memudahkan pertumbuhan kuman. Pengeringan yang tepat menjaga hasil cuci tangan.
Hindari menggunakan kain kotor atau pakaian. Media tersebut berpotensi mengandung mikroorganisme. Kebiasaan ini mendukung higiene tangan optimal.
Manfaat Menerapkan 6 Langkah Cuci Tangan Kemenkes
Penerapan 6 langkah cuci tangan kemenkes membantu menurunkan risiko penyakit menular. Kebiasaan ini efektif mencegah diare, ISPA, dan infeksi kulit. Dampaknya terasa pada kesehatan individu dan lingkungan.
Selain itu, cuci tangan yang benar membentuk perilaku hidup bersih. Kebiasaan sederhana ini meningkatkan kesadaran pencegahan penyakit. Dalam jangka panjang, kualitas hidup pun meningkat. Dengan konsistensi, manfaatnya terasa signifikan. Inilah investasi kecil dengan dampak besar bagi kesehatan.
Sudah Tahu Caranya, Sekarang Saatnya Punya Wastafel yang Tepat
Kamu sudah memahami pentingnya 6 langkah cuci tangan kemenkes untuk mencegah penyebaran kuman dan penyakit. Namun, praktik cuci tangan yang benar tidak akan maksimal tanpa dukungan fasilitas yang higienis dan nyaman digunakan. Di sinilah peran wastafel berkualitas menjadi faktor krusial dalam membangun kebiasaan hidup bersih.
Untuk mendukung rutinitas tersebut, Virgen Lavatory dari GNET Indonesia hadir sebagai solusi ideal. Desainnya modern, ergonomis, dan mudah dibersihkan, sehingga membantu menjaga higiene tangan setiap hari. Cocok digunakan di rumah, kantor, hingga area komersial yang mengutamakan kebersihan dan estetika.
