KEMBALI KE ARTIKEL
11 December 2023

Sebelumnya Kamu sudah tahu apa itu clading? Jadi, clading adalah suatu teknik konstruksi yang berupa penambahan sebuah lapisan material pada permukaan dinding bagian eksterior bangunan.

Teknik ini semakin banyak digunakan untuk memelihara dan memperpanjang umur bangunan. GNET Indonesia akan mengajakmu untuk mengeksplorasi lebih jauh tentang clading, mulai dari manfaat, jenis-jenis, cara pemasangan dan masih banyak lagi. Yuk, langsung saja simak ulasan di bawah ini bersama GNET Indonesia.

Pengertian Clading Adalah

Clading merupakan teknik untuk membuat struktur hunian menjadi lebih kokoh tanpa harus menghilangkan nilai estetika dan keindahan dengan memasang material yang direkatkan pada bagian eksterior bangunan.

Semula, teknik clading hanya berfungsi untuk meningkatkan estetika hunian. Seiring berjalannya waktu clading juga diperuntukkan sebagai pelindung supaya dinding tak mudah kotor. Baik yang disebabkan oleh polusi, percikan air, lumut dan juga jamur.

Negara-negara di wilayah beriklim sedang, seperti Australia dan Eropa banyak yang menggunakan teknik clading. Kini hunian di negara beriklim tropis, seperti Indonesia pun banyak yang sudah mengaplikasikan teknik ini.

Fleksibilitas dalam pemilihan material clading menjadikan teknik ini sangatlah berguna dalam menunjang estetika hunian tanpa harus mengorbankan kekuatan struktural. Material yang digunakan untuk clading di antaranya, yakni kayu, vinyl, metal dan batuan alam.

Jenis-Jenis Clading Berdasarkan Materialnya

Ada beberapa jenis material wall clading yang bisa menjadi preferensi sebagai pilihanmu.

  1. Kayu

Kayu menjadi jenis material clading pertama yang bisa Kamu gunakan. Tampilan unik pada kayu dapat memberikan tampilan bernuansa hangat dan alami. Cocok untuk Kamu yang ingin menghadirkan karakter unik pada eksterior hunian.

Walau tampilannya unik, Kamu memerlukan perawatan secara rutin supaya clading kayu dapat awet. Jika tidak, clading kayu dapat mengalami deformasi dan kerusakan akibat perubahan suhu. Serta, pertumbuhan jamur dan lemur pada permukaan clading.

  1. Batu Veneer

Batu veneer adalah jenis material clading yang terbuat dari batuan alam dengan tekstur berlubang. Keberadaan dari tekstur tersebut berguna untuk mengontrol suhu dalam bangunan. 

Meski ketebalannya hanya berkisar 1-2 mm, kekuatan dari batu veneer tidak bisa diragukan. Material ini mampu bertahan akan perubahan cuaca panas dan hujan. Batu veneer memiliki beragam desain yang fleksibel untuk dipadupadankan dengan konsep hunian.

  1. Vinyl

Berikutnya ada material vinyl yang bisa menjadi bahan baku clading. Terbuat dari polyvinyl chloride (PVC) dan resin menjadikan vinyl mempunyai durabilitas kuat namun tetap terjangkau dalam segi harga.

Karakter vinyl juga ringan dan mudah untuk dibentuk. Alhasil Kamu dapat dengan mudah mengaplikasikan vinyl clading secara efektif dan efisien. Serta, tidak memakan banyak waktu dalam proses pemasangan.

Walau memiliki banyak kelebihan, ada satu kekurangan yang penting untuk Kamu perhatikan sebelum menggunakan vinyl. Material ini cukup berbahaya dan berpotensi membuat iritasi dan menyebabkan penyakit pernapasan.

  1. Metal

Bahan metal atau logam menjadi salah satu material pembuatan clading. Material yang digunakan adalah bahan metal (kombinasi corrugated steel dan aluminium), baja dan aluminium.

Pemilihan material tersebut berdasarkan letak geografis bangunan. Misalnya rumah Kamu berlokasi di wilayah pesisir, maka direkomendasikan untuk menggunakan clading berbahan metal aluminium.

Hal ini karena aluminium mempunyai daya tahan akan korosi. Dengan demikian, clading dapat digunakan dalam jangka waktu lama tanpa harus khawatir mengalami karat karena kondisi pesisir.

  1. Glass Reinforced Concrete (GRC)

Jenis material clading berikutnya adalah Glass Reinforced Concrete (GRC). Terbuat dari campuran beton dan serat kaca menjadikan GRC mempunyai tingkat kekokohan tinggi dengan bobot yang tetap ringan.

Desain yang variatif memudahkan Kamu dalam memadupadankan clading GRC dengan konsep eksterior bangunan. Selain itu, GRC juga memiliki durabilitas kuat terhadap perubahan cuaca dan korosi.

  1. Papan Semen

Cladding papan semen merujuk pada penggunaan papan semen sebagai material pelapis eksterior pada bangunan. Papan semen adalah produk konstruksi yang terbuat dari semen, serat selulosa, dan bahan tambahan lainnya yang kemudian diproses menjadi lembaran atau papan. 

Papan semen tidak hanya tahan akan perubahan cuaca. Tapi juga mampu menahan sinar UV masuk ke dalam rumah. Hunian pun menjadi lebih nyaman dan tidak terasa panas. 

Tidak cuma itu, kandungan semen pada papan semen membuat material clading ini tahan api. Artinya clading papan semen tidak akan merambatkan api sehingga keamanan rumah pun jadi lebih baik

  1. Keramik

Selain digunakan untuk bagian lantai, clading juga ada yang menggunakan material keramik. Salah satu alasan mengapa keramik banyak digunakan sebagai material clading ialah karena permukaannya yang halus sehingga memudahkan Kamu untuk pembersihan. 

Keramik juga memberikan estetika maksimal pada eksterior bangunan tanpa harus repot-repot melakukan perawatan secara rutin. Keberagaman motif pada keramik yang unik dan elegan juga bisa Kamu sesuaikan dengan kebutuhan eksterior bangunan.

Manfaat Penggunaan Clading

Ada beberapa manfaat penggunaan clading yang menjadikannya banyak diaplikasikan pada hunian berkonsep modern:

  1. Memperkokoh Struktur Bangunan

Manfaat pertama dari penggunaan clading adalh membantu memperkokoh struktur bangunan. Hal ini lantaran clading mengandung elemen-elemen yang melindungi dinding dari polusi, kotoran, suhu lembab, suhu panas, sinar uv dan masih banyak lagi. Itu sebabnya pengaplikasian clading sangatlah bermanfaat untuk menjaga keberlangsungan bangunan.

  1. Menunjang Estetika

Clading tersedia dalam beragam jenis material pembentuk. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, beberapa jenis clading di antaranya adalah kayu, keramik, metal dan lain-lain. Buat Kamu yang ingin mengusung konsep klasik dan unik, pemilihan clading kayu dapat meningkatkan estetika bangunan menjadi lebih baik.

  1. Mempermudah Perawatan

Dinding yang tidak terlapisi oleh clading lebih rentan mengalami eksploitasi. Mulai dari paparan sinar UV, kotoran noda dan polusi udara. Akibatnya warna cat dan permukaan dinding kian mengalami kerusakan dari waktu ke waktu. Masalah ini tentunya dapat Kamu cegah dengan menggunakan clading. 

  1. Wujudkan Kenyamanan Hunian

Beberapa jenis clading seperti papan semen dapat membantu menjaga hunian tetap nyaman. Caranya dengan menahan sinar UV masuk ke dalam bangunan. Dengan demikian suhu ruangan di dalam rumah menjadi lebih stabil. Pertumbuhan lumut dan jamur juga bisa dicegah sehingga material konstruksi bangunan kian awet digunakan dalam jangka waktu lama.

Cara Perawatan Clading

Supaya clading dapat tahan lama Kamu juga bisa memperhatikan aspek perawatannya. Seperti apakah cara merawat clading? Berikut beberapa tipsnya:

  1. Pembersihan Berkala

Seiring waktu penggunaannya, clading juga memerlukan pembersihan berkala supaya permukaannya tetap tampil bagus. Terlebih dari kotoran diakibatkan oleh air hujan dan tanah yang berpotensi menyebabkan korosi (clading jenis metal). 

  1. Perhatikan Perawatan Khusus

Beberapa clading, seperti jenis kayu perlu perawatan khusus supaya strukturnya tidak mudah lapuk dan rusak akibat lumut atau rayap. Kamu bisa melapisi clading kayu dengan cat anti rayap. 

  1. Pemeriksaan Rutin

Lakukanlah pemeriksaan clading secara rutin guna menjaga tampilan dan durabilitas. Perhatikan apakah ada clading yang mengalami kerusakan, seperti retak atau terlepas dari dinding. Jika ada, segeralah Kamu perbaiki sebelum kerusakan menjadi semakin parah dan menimbulkan masalah lainnya.

  1. Konsultasi dengan Ahli

Jika Kamu tidak memiliki waktu luang dan keahlian khusus untuk melakukan perawatan clading, silakan gunakan jasa konsultasi dengan ahli. Walau membutuhkan biaya tambahan, cara ini juga lebih efektif karena perawatan clading langsung ditangani oleh sosok yang ahli di bidangnya.

Tips Memilih Clading

Sebelum mengaplikasikan clading ada beberapa pertimbangan yang perlu Kamu ketahui, berikut di antaranya:

  1. Lingkungan

Lingkungan merupakan bahan pertimbangan pertama dalam memilih material clading. Perhatikan dahulu kondisi lingkungan di daerah sekitar bangunan. Apabila kondisi lingkungannya cenderung lembab, Kamu dapat memilih untuk menggunakan clading metal. Selain itu, clading metal juga tidak akan ditumbuhi oleh lumut.

  1. Konsep Bangunan

Perhatikan kembali konsep apa yang diusung oleh bangunanmu. Jika mengusung konsep minimalis, Kamu dapat memilih clading bermaterial vinyl, papan semen ataupun keramik. Itu karena material tersebut tersedia dalam berbagai desain dan warna sehingga mudah untuk dipadupadankan dengan konsep minimalis.

  1. Ketersediaan Biaya

Apakah Kamu menganggarkan biaya yang cukup besar untuk kebutuhan clading? Jika tidak Kamu bisa memilih cladding berbahan material vinyl dengan harga terjangkau. Lain halnya apabila Kamu mempunyai ketersediaan biaya yang besar. Kamu dapat menggunakan clading berbahan material keramik atau batu veneer.

Kisaran Harga Clading

Sebagai referensimu, berikut GNET Indonesia bagikan kisaran harga clading dikutip dari berbagai sumber.

No. Jenis Harga
1.  Wall Clading White Slate Rp95.200
2.  Wall Clading Batu Alam Rp250.000
3. Wall Clading WPC Rp587.000
4. Wall Clading PVC Rp69.000
5. Wall Clading Bambu Rp24.800

Penutup

Demikian ulasan tentang clading adalah, jenis, manfaat, cara perawatan dan tips memilih clading. Semoga ulasan ini dapat bermanfaat untuk Kamu. Temukan lebih banyak artikel tentang tips & trik dekorasi lainnya di website GNET Indonesia.