KEMBALI KE ARTIKEL
06 February 2021

GNET

Mengapa perlu membangun rumah anti gempa?

Tinggal di Indonesia yang rawan gempa ini memang jadi tantangan tersendiri ya. Sebagai negara yang berada di tengah-tengah Cincin Api Pasifik, Indonesia rawan banget terkena bencana alam. Salah satunya gempa bumi. Setiap tahun pasti ada bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Indonesia. Sehingga wajar aja kalau pembangunan rumah anti gempa menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan saat ini.

Mengapa perlu membangun rumah anti gempa? Ya tentunya agar rumah ini tidak mudah roboh ketika terjadi gempa besar. Walaupun bencana gempa bumi tidak bisa dihindari, tapi kita bisa meminimalisir dampaknya dengan membangun rumah anti gempa. Terinspirasi dari Jepang, yuk simak gimana cara membangun rumah anti gempa berikut!

 

1. Rumah anti gempa dibangun di atas kualitas tanah yang baik

Sebelum membangun rumah, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui jenis-jenis tanah yang baik dan tahan terhadap guncangan gempa. Tanah dengan jenis komponen yang tebal dan padat atau cenderung keras sangat cocok untuk dibangun rumah.

tanah rumah anti gempa

Ilustrasi tanah

Sumber: unsplash.com

 

2. Struktur rumah anti gempa harus menggunakan pondasi yang kuat

Pondasi jadi unsur terpenting dalam sebuah bangunan karena harus menahan beban rumah. Bangunan anti gempa harus memiliki pondasi dengan kedalaman minimum 60-75 cm. Pastikan beton yang kita gunakan memiliki mutu yang baik. Selalu pastikan juga bahwa setiap komponen elemen bangunan menyatu dengan baik satu sama lain. Hal ini juga akan memperkokoh bangunan dan membuat bangunan menyalurkan beban gempa secara lebih merata.

 

3. Desain sederhana dan bangunan yang simetris

Denah yang sederhana dan simetris akan memudahkan kita menentukan letak titik kolom dan pondasi yang akan menjadi rangka struktur utama pada bangunan kita. Selain itu, struktur bangunan yang sederhana dan simetris dapat menahan gempa lebih baik daripada bangunan dengan bentuk yang tidak beraturan.

 

4. Gunakan material baja ringan untuk bangunan tahan gempa

baja ringan untuk rumah tahan gempa GNET

Atap rumah menggunakan baja ringan GNET

Sumber: Dokumentasi pribadi GNET

 

Untuk membuat bangunan tahan gempa, gunakan baja ringan sebagai bahan penampang genteng. Rangka bangunan yang dirancang dari baja ringan dapat mengurangi beban bangunan saat terjadi guncangan. Selain bobotnya yang ringan, strukturnya pun fleksibel. Jika ada goncangan, maka baja ringan akan bergerak mengikuti, sehingga cukup efektif untuk menahan getaran. Selain tahan gempa, baja ringan juga memiliki keunggulan lainnya dibanding material lain lho. Simak di sini deh untuk keunggulan lainnya.

Selain atap, memakai bahan gypsum sebagai partisi rumah juga membuat rumah lebih tahan gempa lho, contohnya menggunakan papan gypsum INDOBOARD. Intinya, pakai material yang ringan-ringan aja deh supaya jika terjadi guncangan, bangunan tidak terlalu menahan beban yang berat.

 

Nah, setelah membaca hal di atas, sudah siapkah Anda membangun rumah anti gempa untuk keluarga tercinta? Untuk hasil terbaik, jangan lupa selalu gunakan bahan bangunan berkualitas ya! Rumah nyaman, GNET solusinya. JELAS kualitasnya, JELAS garansinya!