KEMBALI KE ARTIKEL
22 December 2023

Fasad adalah salah satu bagian dari sebuah hunian yang penting untuk diperhatikan. Hal ini karena fasad memberikan kesan pertama kepada setiap mata memandang yang melihat rumahmu dari luar. GNET Indonesia akan membawamu mengenal lebih jauh tentang definisi fasad, fungsi, jenis dan ragam contoh desainnya. Langsung saja simak selengkapnya melalui artikel berikut ini.

Pengertian Fasad Adalah

Fasad adalah istilah dari bahasa Perancis (facade) yang mempunyai arti ‘depan’ dan dimaknai sebagai bagian luar (eksterior) bangunan. Untuk itu, banyak orang yang meyakini bahwa fasad dapat menggambarkan suatu karakter atau konsep sebuah rumah.

Area fasad mencakup desain, struktur hunian dan penampilan eksterior dari bangunan. Ini termasuk elemen, seperti dinding bagian luar, jendela, pintu, taman hunian, atap dan arsitektural eksterior lainnya.

Untuk menjaga fasad tetap estetik, Kamu perlu melakukan perawatan secara berkala dan memastikan keamanan serta kenyamanan. Fasad bangunan yang baik akan memberikan citra yang positif pada bangunan dan pemiliknya. Begitupun, sebaliknya.

Fungsi-Fungsi Fasad

Fasad sebenarnya tidak cuma untuk menunjang estetika bangunan, masih ada beragam fungsi lainnya. Apa sajakah fungsi-fungsi tersebut?

  1. Pelindung Bangunan

Area fasad berguna sebagai pelindung pada bangunan baik dari cuaca ekstrem, seperti terik matahari, hujan maupun terpaan angin kencang. Fasa pun dapat mencegah masuknya sinar UV dari matahari masuk ke dalam bangunan secara langsung. Untuk itu, penting sekali membuat area fasad tetap layak dan terpelihara demi menjaga durabilitas bangunan.

  1. Penyesuaian Suhu

Kamu sudah tahu belum kalau fasad dapat mempengaruhi kondisi suhu ataupun iklim di dalam bangunan? Pemilihan material yang tepat, misalnya kayu ataupun batu ternyata mampu mengeluarkan dan juga menyerap panas dan udara lembab pada bagian interior bangunan.

Alhasil ruangan dapat tetap nyaman dan furniture di dalam bangunan dapat terjaga dari kerusakan. Entah kerusakan yang disebabkan oleh suhu lembab, seperti pelapukan atau suhu panas berupa deformasi (perubahan bentuk).

  1. Karakter Penghuni

Fasad dinilai dapat merepresentasikan karakter dari sang penghuni bangunan itu sendiri. Apabila area ini tampak bersih dan terawat, maka sang penghuni pun akan memiliki citra yang baik. Sebaliknya jika fasad tampak kotor, rusak dan tak terawat, maka dapat dipastikan sang penghuni tidak peduli atas keadaan banguannya.

Area fasad juga dapat menjadi identitas yang membedakan bangunan Kamu dengan bangunan yang ada di sekitarnya. Di sini Kamu dapat menonjolkan kesan estetika atau keunikan tersendiri sehingga bangunan akan tampak lebih baik dari lingkungan sekitar.

  1. Efisiensi Bangunan

Desain fasad dengan pemilihan material yang ramah lingkungan dan awet akan membantu meningkatkan efisiensi biaya. Pasalnya material yang awet dan ramah lingkungan tidak membutuhkan proses pemeliharaan sulit.

Contohnya, seperti batuan alam. Walaupun harganya cukup mahal. Namun, material ini dapat digunakan dalam jangka waktu lama tanpa harus repot-repot memperhatikan biaya perawatan.

  1. Keamanan dan Privasi

Bila Kamu ingin menjaga keamanan dan privasi pada bangunan dapat lebih terjaga, area fasad juga dapat menjadi solusi yang tepat. Gunakanlah dinding tinggi, pagar, kaca satu arah dan juga tirai untuk menutupi bangunan Kamu dari lingkungan luar. 

Ragam Jenis Fasad Berdasarkan Materialnya

Dalam implementasinya, fasad rumah terbagi dalam berbagai jenis material penggunaan. Berikut beberapa jenis material yang bisa jadi pilihan Kamu.

  1. Kayu

Material pertama adalah kayu. Kamu bisa menggunakan material ini jika ingin menampilkan nuansa klasik dan unik. Rumah juga akan memiliki kesan lembut dan hangat ketikan menggunakan material kayu di area fasad. Akan tetapi, Kamu perlu memperhatikan aspek pemeliharaan. Lantaran kayu akan mudah lapuk dan berjamur.

  1. Batu Bata

Selanjutnya ada batu bata yang bisa menjadi pilihan lain sebagai material fasad. Batu bata mempunyai karakter yang kokoh sehingga cocok untuk difungsikan sebagai penahan struktural bangunan. Kamu bisa menggunakan batu bata sebagai pagar atau ornamen eksterior.

  1. Batuan Alam

Batuan alam juga dapat menjadi alternatif lain buat Kamu yang ingin membuat fasad terlihat cantik sekaligus kuat. Berkat karakteristik tersebut, Kamu tidak perlu memberikan maintenance secara rutin mengingat sifat dari batuan alam yang sangat kokoh dan tahan lama. Akan tetapi, Kamu perlu anggaran yang besar untuk membeli dan menginstalasi material ini..

  1. Metal

Metal menjadi salah satu jenis material fasad yang populer digunakan. Karakteristik material metal cukup mudah untuk dibersihkan sehingga Kamu dapat menjaga fasad tetap bersih. Bahan permukaannya yang halus dan licin memberikan nuansa tampilan yang modern dan futuristik. Cocok untuk diaplikasikan pada hunian berkonsep kontemporer.

  1. Keramik

Material keramik sudah menjadi jenis yang banyak digunakan sejak zaman dahulu. Tepatnya, pada peradaban mesir kuno. Pemilihan material keramik dikarenakan daya tahannya yang kuat dan juga tampilannya yang menarik. Hal inilah mengapa keramik sangatlah fungsional untuk digunakan pada area fasad.

  1. Komposit

Fasad komposit terdiri dari kombinasi beberapa material, seperti aluminium dan bahan panel lainnya. Tampilan yang dihasilkan pun unik dan inovatif. Biasanya fasad komposit banyak diaplikasikan pada bangunan dengan konsep arsitektur modern dan juga hunian dengan tema industrial.

  1. Bahan Polimer

Bahan polimer, seperti panel PVC atau komposit berbasis polimer, digunakan pada fasad untuk memberikan alternatif ringan dan tahan lama. Fasad jenis ini dapat memiliki berbagai warna dan tekstur. Kamu bisa memadupadankan fasad polimer dengan ornamen dan arsitektur pada bangunan.

Contoh Desain Fasad

Buat Kamu yang sedang mencari referensi desain fasad, berikut GNET Indoenesia sajikan beberapa di antaranya:

  1. Fasad Modern

Fasad modern umumnya menggunakan bahan material kombinasi antara kaca dan metal. Bentuknya kontemporer dan futuristik dengan tampilan garis-garis horizontal ataupun vertikal. Nuansa dinamis dan estetis pun sangat tampak pada bangunan yang menggunakan desain fasad ini.

  1. Fasad Klasik

Fasad klasik merujuk pada desain eksterior bangunan yang mengadopsi elemen-elemen arsitektur klasik dari periode sejarah tertentu, terutama yang terinspirasi dari gaya arsitektur kuno Yunani dan Romawi. Material yang digunakan biasanya paduan dari batu dan kayu. Bentuk yang simetris dan rapi memberikan nuansa elegan dan juga mewah pada bangunan.

  1. Fasad Minimalis

Fasad minimalis adalah jenis desain eksterior bangunan yang menekankan pada kesederhanaan, kejelasan, dan fungsionalitas. Gaya ini muncul sebagai reaksi terhadap ornamentasi berlebihan dan kompleksitas dalam arsitektur, dengan fokus utama pada elemen-elemen yang esensial. 

  1. Fasad Scandinavia

Gaya fasad Scandinavia mencerminkan desain arsitektur yang berasal dari negara-negara Skandinavia, seperti Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Islandia. Konsep ini mengedepankan ciri khas yang mencerminkan nilai-nilai budaya dan kondisi iklim di wilayah tersebut.

Fasad Scandinavia sering kali menggunakan material alami seperti kayu, batu. Serta, dilengkapi dengan elemen-elemen berwarna netral seperti putih, abu-abu, atau warna alami kayu.

Penutup

Itulah pembahasan tentang definisi dari fasad adalah, fungsi, jenis material dan contoh desainnya. Semoga artikel dari GNET Indonesia ini memberikan insight yang bermanfaat. Temukan lebih banyak artikel tentang tips dan trik hunian dan konstruksi lainnya dengan pantau terus website GNET Indonesia!