Penggunaan baja ringan kini menjadi pilihan populer dalam sistem konstruksi ringan untuk bangunan modern, khususnya hunian. Berat ringan, kokoh, serta kemudahan pemasangan menjadi beberapa alasan utama mengapa material konstruksi ini banyak dipilih. Namun, dengan beragam jenis bahan baja yang tersedia di pasaran, memilih produk yang tepat bisa menjadi sedikit membingungkan.
Selain kekuatan dan ketahanan bangunan, pemilihan baja ringan yang tepat juga akan memengaruhi efisiensi biaya dan waktu pengerjaan. Sebagai solusi, mari simak beberapa jenis baja ringan untuk hunian beserta dengan fungsi dan ukurannya dalam artikel ini!
Jenis-Jenis Baja Ringan

Genteng baja ringan hadir dalam berbagai jenis dengan karakteristik, tampilan, serta keunggulan yang berbeda-beda. Berikut adalah beberapa jenis genteng baja ringan yang paling umum digunakan dan bisa menjadi pertimbangan untuk proyek konstruksi ringan Anda.
1. Baja Ringan Kanal C

Jenis baja ringan yang pertama adalah baja ringan dengan kanal “C”. Baja ringan kanal “C” ini juga terkenal dengan sebutan lipped channel. Sesuai namanya, baja ringan kanal “C“ memiliki bentuk seperti huruf “C”.
Pada umumnya, baja ringan kanal “C” sering digunakan untuk aplikasi kuda-kuda penopang struktur atap. Namun, tak jarang juga baja ringan kanal “C” digunakan untuk menopang struktur bangunan yang bebannya tidak terlalu berat, seperti aplikasi kanopi.
Baja ringan kanal “C” dikenal karena daya tahan yang kokoh dan kemampuannya untuk menahan beban vertikal dan horizontal. Selain itu, kanal “C” juga memungkinkan berbagai konfigurasi dan desain struktural sesuai kebutuhan Kamu.
Baca Juga: 9 Tahapan Bikin Rak dari Baja Ringan dengan Mudah
2. Reng

Masih pada material atap, jenis baja ringan selanjutnya adalah reng. Material reng adalah jenis baja ringan yang digunakan sebagai penyangga atap baja ringan dan memiliki profil berbentuk trapesium. Terdapat beberapa tipe reng yang umum di pasaran, seperti R25, R30, R32, dan R34 dengan ketebalan hingga 0,45 mm.
Reng membantu mendistribusikan beban genteng secara merata ke seluruh rangka atap. Selain itu, reng juga berfungsi sebagai pengikat antara genteng dan rangka atap guna memberikan stabilitas tambahan dan mencegah genteng bergeser atau jatuh.
Baca Juga: 7 Bahan Dinding Partisi yang Kokoh, Apa Material Terbaik?
3. Atap Spandek

Spandek merupakan jenis baja ringan yang digunakan sebagai material penutup atap. Pada umumnya, atap spandek memiliki profil gelombang yang beragam, gelombang pendek hingga tinggi. Adanya profil berbentuk gelombang ini akan memberikan membuat air hujan mengalir dengan mudah dan memberikan kekuatan tambahan.
Biasanya, atap spandek terbuat dari bahan galvalume sehingga tahan terhadap korosi. Selain itu, atap spandek dijadikan sebagai solusi penutup atap karena sifatnya yang ringan, kokoh, dan tahan lama. Spandek juga lebih fleksibel dan memiliki risiko kebocoran minimal.
Baca Juga: 5 Alasan Atap uPVC Jadi Pilihan Favorit Rumah Modern
4. Floor Deck

Jenis baja ringan selanjutnya datang dari lini lantai. Floor deck biasanya diaplikasikan di bagian lantai bangunan bertingkat. Floordeck atau yang dikenal sebagai bondek berperan sebagai pelapis dan bertugas menopang lantai beton.
Floor deck memiliki bentuk gelombang yang mencengkram beton dengan lebih baik sehingga meningkatkan kekuatan struktural lantai, seperti teknologi concrete interlocking yang dimiliki GNET Floordeck. Ini memastikan kelekatan sempurna dengan struktur lantai.
Dibandingkan triplek dan papan kayu, floor deck lebih efisien karena bisa digunakan sebagai bekisting dan tidak perlu dibongkar setelah proses pengecoran. Bukan hanya hunian, floor deck biasanya juga digunakan untuk pabrik, gudang, carport, dan garasi.
Baca Juga: 10 Jenis Atap Rumah Terkini Modern yang Lagi Populer
5. Hollow

Jenis baja ringan selanjutnya adalah baja ringan hollow atau yang disebut juga Rectangular Hollow Section (RHS). Memiliki bentuk profil persegi dengan rongga di bagian tengah, hollow mampu memberikan kekuatan struktural yang baik dengan berat yang ringan.
Hollow sangat terkenal digunakan untuk rangka partisi dinding. Penggunaannya dalam dinding memberikan kekuatan tambahan dan memastikan dinding tetap tegak dan stabil. Bukan hanya itu, hollow juga sering digunakan untuk kanopi, railing, pagar, dan pintu gerbang.
Contohnya, jika Kamu ingin menggunakan besi hollow untuk pagar, sebaiknya menggunakan hollow berukuran 40 x 40 dengan ketebalan 1,6 mm. Biasanya pagar rumah menggunakan hollow galvanis yang dilapisi finishing dari zinc coating sebanyak 97 persen.
Baca Juga: 12 Cara Pasang Baja Ringan Atap Genteng Anti Gagal
6. Wall Angle

Jenis baja ringan selanjutnya adalah wall angle atau yang sering disebut sudut dinding. Wall angle berbentuk siku-siku dan profilnya mirip dengan huruf "L", serta memiliki dua sayap yang membentuk sudut 90 derajat.
Fungsi wall angle adalah untuk menyangga struktur furing dan panel plafon. Wall angle juga mampu meningkatkan daya tahan sistem struktural plafon, dinding, dan partisi. Material ini bisa menyembunyikan sambungan antara langit-langit dan dinding sehingga memberi tampilan yang estetik.
Baca Juga: Berbagai Keunggulan Baja Ringan Untuk Rangka Rumah
7. Kanal U

Sesuai namanya, baja ringan kanal “U” memiliki profil seperti bentuk huruf "U". Baja ringan kanal “U” juga terkenal dengan istilah UNP. Biasanya, baja ringan profil U digunakan sebagai penutup dudukan atap dan dinding, kerangka dari komponen konstruksi, dan penopang jembatan berukuran kecil.
Besi UNP ini juga sering diserupakan dengan WF atau I-Beam. Namun, UNP memiliki bobot yang lebih ringan sehingga tidak akan memberikan beban berlebih pada struktur bangunan Kamu. Baja ringan kanal “U” tersedia dalam berbagai ukuran, tetapi umumnya berukuran panjang 6 m di pasaran.
Baca Juga: 5 Cara Pasang Plafon PVC yang Benar, Bebas Kesalahan Fatal!
8. Truss

Baja ringan truss atau yang dikenal juga sebagai rangka atap baja ringan, adalah salah satu komponen utama dalam konstruksi atap modern. Material ini sangat terkenal sebagai komponen dari kuda-kuda atap.
Truss berfungsi mendistribusikan beban dan memberikan dukungan yang kokoh untuk atap spandek. Material truss menjadi sistem rangka yang terdiri dari beberapa komponen, termasuk equal angle, baja ringan kanal “L” (unequal angle), dan baja ringan kanal “C” (lipped channel).
Tips Memilih Jenis Baja Ringan Berkualitas
Memilih baja ringan berkualitas sangat penting untuk memastikan struktur bangunan aman dan tahan lama. Berikut adalah beberapa tip yang membantu Kamu memilih baja ringan berkualitas.
1. Memiliki Sertifikat Resmi

Saat memilih baja ringan, pastikan produk memiliki sertifikat resmi dari badan standar yang diakui, seperti Standar Nasional Indonesia (SNI). Sertifikasi ini memastikan bahwa baja ringan telah melalui berbagai pengujian yang ketat untuk memastikan kualitas dan keamanannya.
Sebagai contoh, sertifikasi kesesuaian profil rangka baja ringan dengan kode SNI 8399:2017. Sertifikat ini menetapkan syarat bahan baku, mutu, cara pengujian, cara pengambilan contoh, syarat lulus uji, dan syarat penandaan profil rangka baja ringan.
Baca Juga: 6 Alasan Harus Pakai Genteng Metal untuk Rumah Modern
2. Ketebalan dan Dimensi

Ketebalan dan dimensi baja ringan adalah faktor penting yang memengaruhi kekuatan dan kestabilan struktur. Tentunya ketebalan ini harus sesuai dengan ketentuan dari SNI produk. Pasalnya, baja ringan yang terlalu tipis tidak cukup kuat untuk menahan beban konstruksi yang berat.
Sebagai contoh, untuk membuat rangka atap, Kamu harus menggunakan baja ringan yang kuat dan tangguh, seperti truss. Material truss ini tentunya harus memiliki tebal 0,75 hingga 1 mm. Ini akan berbeda dengan hollow yang biasanya memiliki ketebalan lebih tipis, yaitu 0,3 mm sehingga lebih cocok untuk partisi.
Baca Juga: 10 Alasan Baja Ringan Lebih Unggul dari Kayu untuk Bangunan
3. Sudah Dilapisi Aluminium-Zinc

Baja ringan yang dilapisi dengan aluminium-zinc sering disebut sebagai baja galvalume. Baja ringan galvalume menawarkan ketahanan terhadap karat dan perlindungan ekstra dibandingkan dengan baja yang hanya dilapisi zinc. Biasanya, makin tebal pelapisnya, maka ketahanan korosinya makin lama.
Sebagai contoh, estimasi ketahanan karat dalam kondisi normal pada baja ringan AZ 100 mencapai 10 hingga 20 tahun. Lapisan AZ ini berfungsi sebagai penghalang antara baja dan lingkungan guna mencegah reaksi kimia yang dapat menyebabkan karat.
Baca Juga: 8 Jenis Genteng Baja Ringan dan Manfaat Menggunakan
4. Distributor Terpercaya

Selain kualitas baja ringan itu sendiri, Kamu juga perlu memperhatikan distributor. Produsen yang tepercaya biasanya akan menjaga kualitas produk mereka untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan.
Kamu dapat mencari ulasan dan rekomendasi dari profesional konstruksi yang berpengalaman guna memastikan kualitas produk. Selain itu, carilah distributor yang memberikan pelayanan dan dukungan teknis yang sesuai.
Dapatkan Jenis Baja Ringan Terbaik Hanya di GNET Indonesia!

Memahami jenis dan fungsi baja ringan saja tidak cukup jika Anda salah memilih kualitas bahan untuk hunian impian. Penggunaan baja ringan berkualitas rendah sangat berisiko menyebabkan struktur atap melengkung, cepat berkarat, hingga potensi roboh yang membahayakan keluarga.
Untuk memastikan bangunan Anda berdiri kokoh, aman, dan tahan lama hingga puluhan tahun, memilih produk baja ringan bersertifikasi standar mutu tinggi adalah keputusan mutlak yang tidak boleh dikompromikan.
Baja Ringan dari GNET Indonesia hadir sebagai solusi material konstruksi modern yang menjawab seluruh kebutuhan rangka dan penutup bangunan Anda. Diproduksi dengan presisi tinggi, memiliki ketebalan presisi sesuai standar SNI, serta dilapisi ketahanan ekstra terhadap korosi, produk baja ringan dari GNET dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal sekaligus efisiensi biaya pengerjaan.
