Bagaimana Cara Merawat Lantai Kayu agar Awet? Sebelum membahas cara perawatan, penting memahami jenis lantai kayu di rumah. Setiap lantai kayu memiliki karakteristik berbeda, baik dari sisi bahan, proses pembuatan, hingga tingkat ketahanannya.
Salah satu jenis paling umum adalah parket kayu. Lantai ini biasanya terbuat dari potongan kayu asli yang disusun membentuk pola tertentu. Dari sisi struktur material, parket kayu menampilkan kesan alami serta hangat, namun cukup sensitif terhadap kelembaban. Oleh karena itu, perawatan parket kayu perlu memperhatikan kebersihan rutin serta menghindari penggunaan air berlebih agar daya tahan kayu tetap terjaga.
Sementara itu, solid wood dikenal sebagai lantai kayu dengan kualitas premium. Terbuat dari satu jenis kayu utuh, lantai kayu solid memiliki daya tahan sangat baik serta dapat diamplas ulang berkali-kali. Namun, karena struktur material sepenuhnya alami, lantai ini memerlukan perawatan ekstra, terutama dalam menjaga kelembaban ruangan agar kayu tidak memuai maupun menyusut.
Dengan memahami perbedaan lantai kayu sejak awal, Anda dapat menentukan metode perawatan paling tepat. Mengenali karakteristik setiap jenis lantai kayu tidak hanya membantu menjaga tampilannya tetap indah, tetapi juga memperpanjang usia pakai dalam jangka panjang.
Cara Merawat Lantai Kayu agar Awet dengan Pembersihan Harian yang Tepat

Merawat lantai kayu tidak selalu membutuhkan biaya mahal atau alat khusus. Justru, kebersihan harian secara konsisten menjadi kunci utama agar permukaan lantai tetap indah serta tahan lama. Pembersihan tepat mampu mencegah kerusakan dini sekaligus menjaga tampilan alami lantai kayu tetap elegan.
1. Membersihkan Debu Setiap Hari dengan Alat Tepat
Langkah paling dasar dalam cara membersihkan lantai kayu ialah rutin mengangkat debu halus di permukaan. Gunakan sapu halus agar partikel kecil tidak terseret hingga menimbulkan goresan. Alternatif lain, vacuum cleaner dengan mode khusus lantai kayu juga efektif menjangkau sela-sela tanpa merusak lapisan atas lantai.
Baca disini: Cara Merawat Hardwood Floor
2. Gunakan Kain Lembut untuk Menjaga Permukaan
Setelah menyapu, lap lantai menggunakan kain microfiber bersih serta kering. Jenis kain ini mampu menangkap kotoran secara optimal dengan gesekan ringan sehingga aman bagi lantai kayu. Hindari kain kasar atau lap terlalu basah karena dapat mengikis lapisan pelindung lantai secara perlahan.
Baca nanti: Solid Wood untuk Lantai
3. Perhatikan Kadar Air Saat Membersihkan
Dalam membersihkan lantai kayu harian, air bukanlah sahabat utama. Pastikan kondisi lantai berada pada kelembaban rendah agar kayu tidak mudah memuai atau melengkung. Jika perlu menggunakan cairan pembersih, semprotkan secukupnya ke kain, bukan langsung ke lantai, supaya permukaan tetap aman serta awet.
4. Konsistensi Lebih Penting daripada Intensitas
Daripada membersihkan secara intens namun jarang, lebih baik melakukan pembersihan ringan setiap hari. Kebiasaan sederhana ini membantu menjaga lantai kayu tetap bersih, bebas goresan, serta tampil menawan dalam jangka panjang.
Dengan pembersihan harian tepat serta alat sesuai, lantai kayu tidak hanya terlihat bersih, tetapi juga terjaga kualitasnya. Perawatan sederhana secara rutin akan membuat lantai kayu tetap nyaman dipijak serta indah dipandang selama bertahun-tahun.
Baca nanti: Apa itu Hardwood Floor
Kesalahan Saat Merawat Lantai Kayu yang Perlu Dihindari

Merawat lantai kayu memang terlihat sederhana, tetapi banyak orang tanpa sadar melakukan praktik keliru. Kesalahan kecil secara berulang justru membuat lantai kayu cepat rusak serta kehilangan keindahan alaminya. Melalui artikel ini, Anda dapat memahami berbagai kesalahan merawat lantai kayu agar kerusakan permanen bisa dicegah sejak dini.
Menggunakan Bahan Kimia Keras untuk Membersihkan
Salah satu kesalahan paling sering terjadi ialah penggunaan bahan kimia keras. Cairan pembersih dengan kandungan abrasif atau zat aktif tinggi dapat merusak lapisan pelindung lantai. Akibatnya, permukaan kayu menjadi rapuh, warna memudar, serta muncul permukaan kusam sulit dipulihkan.
Membersihkan dengan Air Berlebih
Air memang dibutuhkan untuk membersihkan, namun penggunaan berlebihan justru menjadi penyebab utama lantai kayu cepat rusak. Kayu memiliki sifat menyerap cairan sehingga kelembaban berlebih dapat memicu pemuaian kayu. Jika dibiarkan, lantai bisa melengkung, sambungan terbuka, bahkan retak.
Membiarkan Noda Terlalu Lama
Banyak orang menunda membersihkan tumpahan makanan atau minuman di lantai kayu. Padahal, noda terlalu lama akan meresap ke pori kayu lalu berubah menjadi noda membandel. Kondisi ini tidak hanya mengganggu tampilan, tetapi juga membuat lantai sulit dibersihkan tanpa risiko kerusakan.
Menggeser Furniture Tanpa Pelindung
Kesalahan lain sering diabaikan ialah menggeser furnitur langsung diatas lantai kayu. Gesekan berulang dapat mengikis lapisan atas serta menjadi salah satu penyebab lantai kayu tampak kusam. Idealnya, gunakan alas pelindung pada kaki furnitur agar permukaan lantai tetap aman.
Tips Merawat Lantai Kayu Sesuai Iklim dan Lingkungan Rumah
Lantai kayu dikenal mampu menghadirkan kesan hangat serta alami pada hunian. Namun, karakter material kayu sangat dipengaruhi lingkungan sekitarnya. Di negara beriklim tropis seperti Indonesia, perawatan lantai kayu tidak bisa disamakan dengan wilayah beriklim dingin. Faktor seperti kelembaban udara serta paparan sinar matahari berperan besar terhadap ketahanan lantai kayu.
Pengaruh Iklim Tropis terhadap Lantai Kayu
Iklim tropis identik dengan suhu tinggi serta kelembaban fluktuatif. Kondisi ini dapat memicu perubahan suhu berdampak langsung pada struktur kayu. Saat suhu maupun kelembaban naik, kayu berpotensi memuai. Sebaliknya, ketika udara lebih kering, kayu dapat menyusut. Tanpa perawatan tepat, lantai kayu di iklim tropis lebih rentan mengalami celah antara papan, permukaan bergelombang, bahkan retak halus.
Menjaga Kelembapan Udara di Dalam Rumah
Salah satu kunci perawatan lantai kayu rumah ialah menjaga keseimbangan kelembaban ruangan. Lantai kayu lembab sering muncul di area dengan sirkulasi udara kurang baik, seperti rumah berventilasi minim atau ruangan jarang terkena aliran udara alami.
Untuk mengatasinya, pastikan rumah memiliki sirkulasi udara optimal. Membuka jendela secara rutin atau menggunakan exhaust fan dapat membantu menstabilkan kondisi udara agar lantai kayu tidak terlalu lembab.
Selain itu, hindari membiarkan air menggenang di atas lantai kayu. Saat mengepel, gunakan kain pel sedikit lembab. Air berlebih meresap ke pori kayu akan memperparah kondisi lantai kayu lembab serta mempercepat kerusakan.
Mengatur Paparan Sinar Matahari
Sinar matahari bermanfaat menjaga ruangan tetap kering, tetapi paparan langsung berlebihan bisa menjadi masalah. Lantai kayu terus-menerus terkena sinar matahari dapat mengalami perubahan warna serta permukaan menjadi lebih kering. Untuk mengatasinya, gunakan tirai, gorden, atau kaca film sebagai penghalang cahaya langsung. Cara ini membantu menjaga warna alami lantai kayu sekaligus mengurangi efek ekstrem dari perubahan suhu harian.
Kamu baru saja membaca cara merawat lantai kayu agar awet, mulai dari menjaga kelembaban hingga rutinitas pembersihan konsisten. Namun jujur saja, di tengah aktivitas padat, tidak semua orang memiliki waktu maupun energi untuk perawatan ekstra setiap hari. Di sinilah banyak pemilik rumah mulai berpikir lebih jauh, namun adakah lantai tetap estetik, nyaman dipijak, tetapi minim ribet?
Jika kamu menginginkan nuansa elegan seperti kayu tanpa drama lembab, goresan, atau perubahan suhu, GNET SPC Flooring bisa menjadi solusi paling masuk akal. Materialnya dirancang kuat, tahan air, serta stabil di iklim tropis seperti Indonesia. Artinya, kamu tetap mendapatkan tampilan modern serta hangat tanpa perlu khawatir soal perawatan intens khas lantai kayu alami.
Sekarang saatnya mengambil langkah cerdas untuk jangka panjang. Percayakan kebutuhan lantai rumah maupun proyekmu pada GNET SPC Flooring dari GNET Indonesia, distributor bahan bangunan terbaik dengan fokus pada kualitas serta kenyamanan.
