Bagaimana Cara Pasang Besi Furing yang Benar ? Besi furing adalah material logam berbentuk batang tipis yang digunakan sebagai bagian penting dalam sistem rangka plafon.
Dalam dunia konstruksi interior, pengertian besi furing merujuk pada komponen penopang yang berfungsi sebagai pengikat dan penahan lembaran plafon agar tetap kokoh. Material ini umumnya dipadukan dengan hollow galvanis atau rangka gypsum untuk membentuk sistem penyangga presisi dan tahan lama.
Fungsi furing plafon tidak hanya sebagai penopang, tetapi juga membantu menjaga struktur rangka tetap lurus dan stabil. Saat dipasang dengan benar, besi furing berperan dalam distribusi beban sehingga tekanan dari papan plafon tersebar merata ke seluruh rangka.
Itulah sebabnya besi furing menjadi komponen standar hampir selalu digunakan dalam proyek pemasangan plafon modern, baik pada hunian maupun bangunan komersial.
Cara Pasang Besi Furing yang Benar

Memahami cara pemasangan besi furing dengan benar sangat penting agar plafon kokoh, rapi, dan tahan lama. Artikel ini adalah tutorial praktis dirancang untuk membantu pemula maupun tukang berpengalaman mengikuti proses instalasi dengan mudah. Dengan mengikuti langkah yang tepat, Anda bisa mendapatkan hasil rangka plafon stabil, presisi, dan aman digunakan dalam jangka panjang.
1. Persiapan Alat dan Material
Sebelum mulai, siapkan semua kebutuhan agar proses pemasangan berjalan lancar. Alat umum digunakan meliputi bor, waterpass, meteran, tang potong, dan sekrup khusus rangka. Material utama terdiri dari besi furing, bracket gantung, dan kawat pengikat. Persiapan ini penting untuk memastikan presisi jarak antar rangka serta meminimalkan kesalahan pemasangan.
Baca nanti: 8 Jenis Baja Ringan: Fungsi dan Perbedaan Bentuknya
2. Menentukan Posisi Rangka Utama
Langkah awal adalah menentukan jalur rangka utama pada plafon. Ukur area pemasangan dengan teliti lalu tandai titik garis menggunakan benang atau laser level. Pastikan garis lurus dan sejajar agar struktur tidak miring. Tahap ini berpengaruh langsung terhadap keselarasan rangka secara keseluruhan.
Baca disini: Dinding Partisi Baja Ringan, Solusi Bangunan Masa Kini
3. Memasang Titik Gantung
Pasang titik gantung pada plafon beton atau rangka atap sesuai jarak pemasangan yang direkomendasikan, biasanya sekitar 80 sampai 120 cm. Gunakan dynabolt atau sekrup khusus agar pengikat tidak mudah lepas. Titik gantung berfungsi menopang beban rangka sehingga menentukan kekuatan sambungan antar komponen.
4. Instalasi Rangka Utama
Pasang besi furing utama dengan mengaitkannya pada titik gantung. Pastikan setiap batang terpasang rata dan tidak melengkung. Gunakan waterpass untuk mengecek ketinggian agar seluruh rangka berada pada bidang yang sama. Ketelitian di tahap ini mempengaruhi hasil akhir plafon.
5. Memasang Rangka Silang
Setelah rangka utama terpasang, lanjutkan dengan memasang rangka silang sebagai penopang tambahan. Jarak antar rangka silang biasanya 40 sampai 60 cm tergantung jenis plafon yang digunakan. Kombinasi rangka utama dan rangka silang menciptakan struktur stabil dan merata.
6. Mengecek Jarak dan Kerapian Struktur
Periksa kembali seluruh jarak pemasangan dan posisi setiap batang besi. Pastikan tidak ada bagian yang longgar atau miring. Jika ditemukan ketidaksesuaian, segera sesuaikan sebelum melanjutkan ke tahap finishing. Pemeriksaan ini penting untuk menjaga kualitas konstruksi.
Langkah terakhir adalah memastikan semua sambungan sudah kencang dan struktur terasa kokoh saat ditekan. Tambahkan pengikat jika diperlukan pada bagian yang terasa kurang stabil. Setelah itu, rangka siap digunakan sebagai dasar pemasangan plafon gypsum atau PVC.
Kesalahan Saat Memasang Besi Furing

Pemasangan besi furing yang kurang tepat sering menjadi penyebab plafon retak, plafon bergelombang, bahkan struktur tidak tahan lama. Banyak kasus masalah rangka plafon muncul bukan karena kualitas material, melainkan karena teknik instalasi yang kurang benar. Berikut beberapa kesalahan pasang furing yang umum terjadi saat proses pemasangan.
1. Rangka Miring Akibat Tidak Memperhatikan Presisi Leveling
Salah satu kesalahan paling sering terjadi adalah rangka miring karena tidak memperhatikan presisi leveling. Saat proses pemasangan tidak menggunakan alat ukur seperti waterpass atau laser level, hasil akhir plafon bisa terlihat tidak rata.
Dampaknya bukan hanya estetika terganggu, tetapi juga dapat memicu tekanan tidak merata pada papan gypsum. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menjadi penyebab plafon retak.
2. Sekrup Longgar yang Mengurangi Kekuatan Ikatan
Sekrup longgar sering dianggap sepele, padahal kondisi ini sangat mempengaruhi kekuatan ikatan antar komponen rangka. Jika sekrup tidak terpasang dengan kencang atau jumlahnya kurang, sambungan menjadi tidak stabil.
Akibatnya, rangka bisa bergerak saat menopang beban plafon, terutama ketika terjadi perubahan suhu atau getaran. Inilah salah satu sumber utama masalah rangka plafon.
3. Sambungan Lemah karena Teknik Penyambungan Salah
Sambungan lemah sering terjadi ketika besi furing tidak disambung dengan benar atau jarak tumpang tindih terlalu pendek. Kondisi ini membuat beban tidak terdistribusi merata dan mengurangi kestabilan rangka.
Jika dibiarkan, sambungan yang lemah bisa menyebabkan plafon bergeser atau bahkan ambruk sebagian.
4. Rangka Bergelombang Akibat Jarak Pemasangan Tidak Konsisten
Rangka bergelombang biasanya terjadi karena jarak antar furing tidak konsisten. Jarak yang terlalu renggang atau tidak sejajar membuat papan plafon tidak tertopang secara merata.
Masalah ini sering menjadi penyebab plafon retak pada bagian tengah papan karena beban tidak tersalurkan dengan baik. Selain itu, tampilan plafon menjadi tidak rata.
Setelah memahami cara pasang besi furing yang benar, sekarang saatnya memastikan hasil instalasi Anda bukan hanya kuat, tapi juga terlindungi sempurna. Banyak orang berhenti di tahap rangka, padahal detail finishing seperti flashing justru jadi penentu ketahanan plafon dan struktur terhadap air, debu, serta perubahan cuaca. Di sinilah peran GNET Flashing dari GNET Indonesia jadi solusi praktis yang bikin hasil kerja terlihat profesional sejak pandangan pertama.
Produk ini dirancang untuk melengkapi sistem rangka dengan presisi sambungan yang rapi, material kokoh, dan pemasangan yang mudah bahkan untuk teknisi pemula. Anda tidak perlu lagi khawatir soal kebocoran sambungan atau tampilan pinggiran yang kurang estetik. Dengan kualitas material yang sudah teruji, GNET Flashing membantu menjaga struktur tetap stabil sekaligus meningkatkan nilai visual proyek Anda.
Jadi kalau Anda ingin hasil pemasangan tidak sekadar benar tapi juga maksimal, sekarang waktu terbaik untuk upgrade finishing Anda. Gunakan GNET Flashing dari GNET Indonesia dan rasakan sendiri bedanya kualitas detail yang membuat pekerjaan terlihat lebih profesional.
