Wastafel cuci tangan merupakan elemen penting yang tidak hanya digunakan di kamar mandi, tetapi juga di area lain yang menuntut kebersihan ekstra. Terlebih sejak pandemi, keberadaan wastafel semakin umum ditemui di rumah, kantor, hingga ruang publik. Menariknya, cara pasang wastafel cuci tangan sebenarnya bisa dilakukan sendiri tanpa harus selalu memanggil tukang.
Sebelum mulai memasang, kamu perlu memahami bahwa cara pasang wastafel cuci tangan membutuhkan persiapan yang matang. Mulai dari mengenali komponen pendukung hingga menyiapkan alat dan bahan yang tepat, semua harus dipastikan siap agar proses pemasangan berjalan lancar dan wastafel dapat digunakan secara optimal.
Peralatan untuk Cara Pasang Wastafel Cuci Tangan
Agar pemasangan wastafel berjalan dengan baik, tentu dibutuhkan beberapa peralatan dan material pendukung. Setiap alat memiliki fungsi masing-masing untuk memastikan wastafel terpasang kuat, rapi, dan tidak mudah bocor. Berikut daftar peralatan yang perlu kamu siapkan:
- - Wastafel
- - Keran air yang sesuai dengan wastafel atau minimal berukuran ½ inci
- - Pipa tee 90 derajat
- - Pipa PVC 1 inci (saluran air kotor)
- - Pipa PVC ½ inci (saluran air bersih)
- - Lem khusus pipa PVC
- - Mesin bor
- - Sekrup fischer
- - Soket keran atau faucet socket
- - Siku panjang (long elbow)
- - Siku peredam atau reducer elbow
- - Obeng atau screwdriver
Pastikan semua peralatan tersedia sebelum memulai pemasangan agar proses tidak terhambat di tengah jalan.
Baca Juga: Baru Tahu! Ini 4 Jenis Tempat Cuci Tangan Paling Dicari
Cara Pasang Wastafel Cuci Tangan
Setelah semua peralatan siap, langkah selanjutnya adalah memahami tahapan pemasangan wastafel dengan benar. Berikut cara pasang wastafel cuci tangan sederhana yang bisa kamu ikuti.
1. Tentukan Area Pemasangan
Langkah awal adalah menentukan lokasi wastafel akan dipasang. Tandai area tersebut di dinding menggunakan spidol atau alat penanda lainnya. Walaupun posisi pemasangan bisa menyesuaikan kondisi dinding, tetap ada standar ukuran yang sebaiknya diikuti agar wastafel ergonomis saat digunakan.
Umumnya, saluran air bersih dipasang pada ketinggian sekitar 90 cm dari lantai. Sementara itu, saluran air kotor berada lebih rendah, yakni sekitar 70–75 cm dari permukaan lantai. Dengan ketebalan wastafel sekitar 15–20 cm, posisi ini akan membuat wastafel berada tepat di antara kedua saluran tersebut.
2. Perhatikan Pemasangan Saluran Air Bersih
Setelah penandaan selesai, mulailah memasang saluran air bersih sesuai tanda yang telah dibuat. Pasang terlebih dahulu bagian atas, kemudian lanjutkan dengan pemasangan saluran air kotor di bagian bawah.
Pastikan setiap sambungan terpasang dengan rapi dan kuat agar aliran air nantinya tidak tersendat. Untuk mencegah kebocoran dan memastikan aliran air lancar, gunakan faucet socket atau soket keran pada setiap lubang pipa yang terhubung.
3. Tahap Pemasangan Wastafel Cuci Tangan
Pada tahap ini, kamu sudah bisa mulai memasang badan wastafel. Perlu diketahui bahwa setiap jenis dan merek wastafel biasanya memiliki standar pemasangan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengikuti buku panduan yang disertakan oleh produsen.
Pastikan wastafel terpasang dengan benar dan seluruh bagian sudah terhubung ke saluran air bersih serta saluran pembuangan air kotor. Ketelitian pada tahap ini akan meminimalkan risiko masalah di kemudian hari.
4. Gunakan Mesin Bor untuk Merekatkan Sekrup
Selanjutnya, cari lubang sekrup yang terdapat pada badan wastafel dan ukur jaraknya dengan cermat. Lubang ini berfungsi sebagai titik pengikat wastafel ke dinding agar posisinya kokoh.
Tandai dinding sesuai posisi lubang sekrup pada wastafel, lalu gunakan mesin bor untuk melubangi dinding tersebut. Sekrup yang digunakan sebaiknya jenis fischer karena mampu menahan beban wastafel sekaligus menopang pipa saluran air yang terhubung.
5. Perhatikan Kembali Posisi Wastafel
Setelah dinding siap, tempatkan wastafel sesuai dengan tanda dan sekrup yang telah dipasang. Pastikan setiap lubang pada badan wastafel sejajar dengan lubang di dinding.
Kencangkan sekrup fischer hingga wastafel benar-benar stabil. Lakukan pengecekan ulang untuk memastikan tidak ada sekrup yang longgar agar wastafel tidak mudah bergeser atau bahkan jatuh.
6. Pasangkan Alat-Alat Pendukung
Tahap berikutnya adalah memasang perlengkapan pendukung wastafel. Mulai dari keran air yang dipasang pada badan wastafel dan dihubungkan ke saluran air bersih.
Untuk bagian bawah, biasanya digunakan pipa berbentuk leher angsa yang menghubungkan lubang pembuangan wastafel dengan saluran air kotor. Pastikan semua sambungan terpasang rapat dan diberi lem pipa bila diperlukan.
7. Tahap Terakhir Pengetesan Wastafel
Sebagai langkah akhir, lakukan pengetesan dengan membuka keran dan mengalirkan air. Sebelum itu, pastikan seluruh sambungan sudah terpasang dengan baik dan tidak ada bagian yang longgar.
Perhatikan aliran air dari keran hingga ke saluran pembuangan. Jika ditemukan kebocoran atau rembesan, segera perbaiki dengan mengencangkan sambungan atau mengganti bagian yang bermasalah.
Jangan Selesaikan Tanpa Ini, Upgrade Wastafel Anda Sekarang!
Setelah kamu memahami betul langkah demi langkah cara pasang wastafel cuci tangan yang efektif dan praktis, kini adalah waktunya untuk mempertimbangkan pilihan wastafel berkualitas yang tidak hanya mudah dipasang tetapi juga tahan lama serta estetis.
Wastafel bukan sekadar tempat cuci tangan, ia harus nyaman digunakan, mudah dibersihkan, tahan goresan, dan menyatu dengan desain ruangmu. Kamu sudah tahu cara pasangnya, sekarang pastikan pilih produk yang benar-benar mendukung hasil kerja kerasmu.
Virgen Lavatory by GNET Indonesia hadir sebagai solusi tepat untuk kamu yang ingin kombinasi antara desain modern, permukaan halus yang mudah dibersihkan, dan material berkualitas tinggi yang kuat dan tidak mudah retak.
