KEMBALI KE ARTIKEL
27 December 2023

Dalam membangun suatu hunian atau bangunan, pondasi harus dibangun dengan kokoh agar mampu menahan beban saat digunakan. Salah satu material yang digunakan dalam proses tersebut adalah rabat beton. 

Sebelumnya sudahkah Kamu mengetahui apa itu rabat beton? Jika belum, mari cari tahu selengkapnya bersama GNET Indonesia melalui artikel di bawah ini.

Apa Itu Rabat Beton?

Secara definisi, rabat beton adalah lapisan beton berkualitas rendah di bawah tanah dalam proses pendirian bangunan. Rabat beton atau disebut juga lean concrete merupakan jenis campuran beton dengan kandungan semen yang kurang dari 10%. 

Umumnya, rabat beton dibuat dengan campuran semen, pasir, serta kerikil menggunakan perbandingan 1:3:5. Walau begitu material penyusun lean concrete jauh dibawah standar. Misalnya, pasir yang telah bercampur tanah, air dengan kandungan lumpur dan tanah sampai batuan kerikil yang terlalu besar.

Rabat beton umumnya dibangun di dalam galian tanah saat proses mendirikan konstruksi bangunan. Ukuran ketebalannya pun berbagai macam. Namun, yang sering ditemui  rabat beton tidak mempunyai ketebalan lebih dari 5 cm.

Fungsi dan Manfaat Rabat Beton

Secara umum, fungsi utama rabat beton sebagai lapisan beton. Pada proyek konstruksi, komponen ini banyak digunakan pada pembangunan jalan untuk menahan beban bergerak dari pejalan kaki atau kendaraan yang lewat di atasnya. Selain itu, ada beberapa fungsi rabat beton lainnya, yaitu:

  1. Menjaga permukaan jalan agar tidak becek saat hujan

  2. Membantu menstabilkan kerataan permukaan beton

  3. Mencegah serangga dan binatang lain naik ke beton

  4. Mencegah permukaan tanah agar tidak terlalu lembab

  5. Membantu ruang gerak pekerja bangunan dalam pembangunan proyek

Kelebihan Rabat Beton

Walaupun memiliki kualitas rendah, tapi rabat beton atau lead concrete ini memiliki beberapa kelebihan yang menjadikannya layak untuk dipertimbangkan dalam proses konstruksi.

  1. Rabat Beton Bisa Dijadikan Landasan Bangunan

Rabat beton atau lead concrete bisa dijadikan sebagai landasan, dapat berfungsi sebagai kelembaban, atau bahan kimia lainnya di tanah. Jika dijadikan sebagai landasan, sebaiknya rabat beton dirancang dengan ketebalan tak lebih dari 5 cm supaya posisinya pas. Pastikan rabat beton terpasang secara rata agar bangunan dapat berdiri dengan stabil.

  1. Membuat Permukaan Menjadi Rata

Konstruksi yang berlandaskan rabat beton atau lead concrete cenderung memiliki permukaan yang rata, sehingga memungkinkan penempatan pondasi di atasnya. Memasang rabat beton atau lean concrete akan memberikan permukaan yang seragam pada pondasi dan mempermudah pemasangan pondasi karena rabat beton mencegah kontak langsung dengan tanah.

  1. Mempermudah Cor Beton

Elemen lean concrete atau rabat beton yang sifatnya cair akan mempermudah proses cor beton. Meski begitu, rabat beton sebenarnya tidak terlalu memengaruhi kualitas bangunan secara keseluruhan. Jadi, bisa dikatakan penggunaan rabat beton ini tidak wajib pada suatu konstruksi. Walau begitu rabat beton cukup membantu dalam proses pengecoran beton.

  1. Pembesian Tulangan Beton

Pembesian tulangan terhadap beton yang sudah diberikan rabat beton jadi jauh lebih mudah. Hal ini karena rabat beton bisa menghasilkan permukaan yang rata dan dan cenderung stabil. Ketika permukaannya sudah kering, proses pembesian tulangan beton bisa dilakukan dengan lebih mudah dibandingkan tanpa menggunakan rabat beton.

  1. Rabat Beton Membuat Proses Kerja Konstruksi Lebih Cepat

Karena bisa mempermudah proses cor bangunan, maka pengerjaan konstruksi pun jadi lebih cepat. Rabat beton sangat cocok dijadikan landasan pada tanah yang becek atau cenderung tidak stabil. Alhasil proses konstruksi bisa lebih efektif dan efisien lantaran tidak memakan banyak waktu dan biaya.

Kekurangan Rabat Beton

Ketika memutuskan untuk menggunakan rabat beton atau lead concrete pada konstruksi, persiapannya pun harus matang. Jika tidak diterapkan atau dicampur dengan spesifikasi dan komposisi yang tepat, maka hasilnya pun bisa berantakan dan lama kelamaan akan retak seiring berjalannya waktu.

Rabat beton tidak cocok untuk proyek yang membutuhkan lebih dari 2 inci dari sub-base atau ground clearance. Penggunaan rabat beton juga sebenarnya tidak memiliki dampak yang signifikan pada kualitas konstruksi yang sedang dibangun. Rabat beton hanya akan membantu proses pengerjaan konstruksi agar lebih mudah dan cepat.

Biaya pembuatan rabat beton juga cenderung cukup tinggi bila dibandingkan dengan aspal. Rata-rata Kamu membutuhkan harga sekitar Rp 750.000/m3 untuk membuat rabat beton. Jadi, penting sekali untuk melakukan perhitungan anggaran secara matang supaya biaya pembangunan tidak membengkak.

Penutup

Nah itu tadi sekilas mengenai apa itu rabat beton, fungsi, kelebihan serta kekurangannya. Jika kamu ingin membangun basement, kamu bisa membaca tipsnya di sini. Bila hendak meningkat rumah, kamu pun bisa membacanya di sini. Apapun bangunannya, selalu gunakan bahan bangunan berkualitas dari GNET agar hasilnya maksimal. Hunian nyaman, GNET solusinya!

Cari tahu referensi tentang tips dan trik bangunan dan dekorasi hunian lainnya hanya di website GNET Indonesia. Sampai jumpa di artikel lainnya!