KEMBALI KE ARTIKEL
12 January 2024

A. Pemasangan Dinding Konstruksi Basah Dinding Bata Ringan

Autoclaved Aerated Concrete (AAC) atau Bata Ringan merupakan jawaban atas lambatnya perubahan industri bahan bangunan. Dalam beberapa produktivitas yang rendah menghambat percepatan industri konstruksi bangunan perumahan maupun komersial.

Karakteristik utama yang melekat dari penggunaan bata ringan adalah :

  • Kecepatan dan kemudahan pemasangan.

  • Beratnya yang ringan (50%-60%) lebih ringan dari batu bata atau batako.

  • Presisi dan Konsistensi bentuk, ukuran dan kekuatan.

Karakteristik diatas menjawab terhadap ekspansi perkotaan yang cepat dan pemenuhan permintaan untuk sejumlah besar banguna tempat tinggal

B. Pemilihan dan Metode Umum Pemasangan Dinding Bata Ringan

AAC ( Autoclaved Aerated Concrete), dimana pasir silika merupakan komponen terbesar dalam kandungan bahan bakunya (70%) dengan proses pengeringan menggunakan sistem mesin autoclaved. Bata Ringan yang baik secara umum memiliki ciri ciri berikut ini :

  1. Memiliki standard keakuratan dan konsistensi bentuk dan ukuran.

  2. Uji lapangan terhadap kekuatan - produk tahan patah dengan cara drop test (test jatuh) dari ketinggian 1 meter.

  3. Penetrasi paku relatif sulit ( tidak terlalu berpori pori dan memiliki pori pori yang rata)

  4. Merek terdaftar terkait masalah jaminan kualitas produk dan variasi ukuran untuk keperluan bagian bangunan

  5. Dengan berat ringan memiliki sertifikasi tekan minimal dan ketahanan api dibuktikan dengan sertifikasi Uji Lab. Teknis

C. Penyiapan Peralatan Pekerjaan Pasangan Bata Ringan

Peralatan yang perlu disiapkan pada umumnya seperti pemasangan dinding bata merah pada umumnya hanya terdapat 3 alat tambahan dalam pekerjaan pasangan bata ringan antara lain adalah:

  1. Raskam khusus Mortar

  2. Ember

  3. Gergaji untuk memotong bata ringan

  4. Siku Bangunan

  5. Meteran

  6. Waterpass

  7. Unting – unting

  8. Jidar Aluminium

  9. Wadah adukan

  10. Kuas

  11. Palu karet

  12. Kuas

  13. Sendok Semen

  14. Hand mixer

D. Plesteran Spesi untuk Bata Ringan

Terdapat 2 (dua) tipe plesteran spesi ini :

  1. Plesteran spesi konvensional ( Pasir dan Semen )

Perhatikan kedua hal di bawah ini:

  • Rasio Penyampuran Semen : Pasir = 1 : 6 ( Moderat)

  • Tebal Plesteran siar : 10 mm

  1. Plesteran Mortar Instant Bata Ringan

Perhatikan kedua hal di bawah ini:

  • Rasio Penyampuran Mortar : Air = 40kg : 9 - 10 liter

  • Tebal Plesteran siar : 3 - 5 mm

Hasil Adukan Plesteran Mortar harus memiliki konsistensi tertentu sehingga mengalir bebas melalui gigi dari raskam dan meninggalkan bentuk alur plesteran mortar.
 

E. PEMASANGAN BATA RINGAN

  1. Persiapan

Persiapan Beberapa persiapan harus dilakukan sebelum melakukan pasangan , seperti berikut ini :

  • Langkah 1: Membersihkan Pondasi

Sloof / balok perlu dikupas dari endapan semen/cor beton yang tidak rata dan debu dibersihkan dengan air.

  • Langkah 2: Pelindung Dari Air 

Diperlukan untuk pasangan dinding luar terlindungi dari air hujan.

  • Langkah 3: Pelindung Dari Air Basahi seluruh permukaan bata ringan dengan air menggunakan kuas atau spon satu persatu agar supaya tidak menyerap air plesteran mortar pada saat pemasangan . (Jangan merendam bata ringan)

  1. Pemasangan Bata Ringan

Pemasangan bata ringan dapat dilakukan di atas sloof atau diatas plesteran lantai. Dengan tahapan langkah sebagai berikut:

  • Langkah 1:  Perataan Plesteran Spesi Tebal

Aplikasikan plesteran spesi tebal pada bagian dasar di atas sloof atau plesteran lantai untuk meratakan sebelum pasangan dinding bata ringan (rasio semen 1 : pasir 6)

  • Langkah 2: Memulai dari Sudut

Mendapatkan posisi kesikuan dan kelurusan benang, dengan cara dimulai pemasangan dari sudut menuju sudut yang lain. 

  • Langkah 3: Aplikasi pasangan spesi

Untuk meratakan landasan pemasangan dan lapisan vertikal.

  • Langkah 4: Tekan Pasangan

Tekan kerekatan pasangan dengan menggunakan palu karet, agar rata sesuai dengan tarikan benang.

  • Langkah 5: Periksa Kerataan

Gunakan waterpass dan jidar untuk periksa kerataan. Direkomendasikan untuk menggunakan waterpass yang relatif panjang 80cm atau 120 cm.

  • Langkah 6: Aplikasi Plesteran Vertikal

Lakukan aplikasi plesteran terlebih dahulu.

  • Langkah 7: Aplikasi Plesteran Horizontal

Setelah itu, aplikasi horisontal sesuai dengan kebutuhan pasangan, sebaiknya untuk 3 - 4 pasangan.

  • Langkah 8: Pastikan tebal plesteran siar sama

Lakukan pasangan dengan memberikan gap plesteran antara 3 -5 mm.

  • Langkah 9: Metode pasangan stager (zig zag)

Model pemasangan stager atau zig zak minimal 100mm antara pasangan baris pertama dengan baris kedua. Direkomendasikan sistem pasang 1/2 bata , karena akan memberikan pengikatan terkuat.

  • Langkah 10: Bersihkan Sisa / Kelebihan Plesteran

Bersihkan sisa atau kelebihan plesteran sebelum mengering dan menempel dengan kuat. Hal tersebut akan menyusahkan pada saat melakukan plesteran.

  • Langkah 11: Periksa Kerataan

Setiap pasangan bata ringan mencapai baris ke 4 lakukan pemeriksaan kerataan dan tegak lurus menggunakan waterpass dan unting unting. Dan Pastikan pemasangan starter bar D10 sebagai penguat konstruksi dinding.

F. Cara Pemotongan Bata Ringan

Pergunakan Hack Saw, Rotary Saw, Atau Gergaji tangan. Jangan melakukan pembasahan pada saat melakukan pemotongan.

G. Pedoman Plesteran Halus dan Acian

Persiapan Dinding Plesteran

  • Langkah 1 : Bersihkan permukaan dinding dari debu, jamur , minyak dan lain sebagainya.

  • Langkah 2 : Permukaan yang halus harus dibuat kasar dengan menggunakan sikat kawat.

  • Langkah 3 : Permukaan pasangan harus rata untuk menghindari variasi ketebalan plesteran pada dinding.

  • Langkah 4 : Dinding dalam keadaan lembab secara merata, direkomendasikan dengan menggunakan penyemprotan selang air.

Buat kepala panduan plesteran pada dinding, selanjutnya lakukan plesteran seperti biasa.

Plesteran Internal : Ketebalan plesteran 10mm

Plesteran Eksternal : Ketebalan plesteran 12 - 15mm, untuk menghindari keretakan pada dinding.

H. Metode Pemasangan Beban Pada Dinding Bata Ringan

  • Beban Ringan (Maks. 15kg)

Aplikasi: Pigura dan Kaca Cermin , dsb.

Solusi : Bor dinding , masukan plastik fisher kemudian masukan sekrup kedalam fisher.

  • Beban Sedang (Maks. 50kg)

Aplikasi: Beban sedang seperti kaca cermin besar, wastafel, pemanas air , dsb.

Solusi : Bor dinding, masukan plastik fisher dengan Panjang 100mm, dan diameter 8,10 atau 12mm tergantung beban yang dipikul. 

  • Beban Berat (Maks. 100kg) 

Aplikasi : Beban berat seperti closet , dsb.

Solusi : Pergunakan dynabolt dan perekat (pilihan) setelah perekat kering bisa dipasang.